Rabu, 25 Juni 2014

Mari Bicara Energi

Tahukah kamu,,,sampai tahun 2013, masih ada 20% rakyat Indonesia belum mendapatkan akses listrik karena keterbatasan akses energi. padahal potensi energi terbarukan Indonesia luar biasa besar yang bisa dimanfaatkan untuk energi nusantara. (green peace Indonesia)

Fakta bahwa kebanyakan pembangkit listrik di Indonesia memakai bahan bakar Fosil menunjukkan bahwa sektor ketenagalistrikan berpotensi menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi karbondioksida di indonesia bahkan di kawasan Asia Pasifik. World Resources Institute (WRI) dalam analisisnya menempatkan Indonesia pada peringkat ke-21 penghasil emisi karbondioksida tertinggi di dunia tahun 2000. Emisi karbon dioksida Indonesia yang dihasilkan sektor energi saja mencapai 1,2% emisi karbon dioksida dunia keseluruhan (78 juta ton CO2). sedangkan jumlah emisi karbon dioksida per orang di Indonesia adalah 0,4 ton atau berada pada peringkat 108 dunia.

Melihat dua fakta diatas, kita harus mulai berfikir untuk memanfaatkan energi terbarukan dalam rangka penghematan listrik dan pengurangan emisi karbon dioksida yang akan mengancam lapisan ozon bumi.
So Guys,,,apa yang bisa bisa kita lakukan,,,

Dewasa ini, semakin banyak penelitian yang mencoba menemukan energi-energi baru yang terbarukan. dalam rangka menggantikan energi listrik, yang kini sedang Buming digunakan adalah penggunaan tenaga Surya. Teknologi tenaga surya yang sedang dikembangkan Solar Cell,
Solar Cell merupakan pembangkit listrik yang mampu mengkonvensi sinar matahari menjadi arus listrik. Energi matahari sesungguhnya merupakan sumber energi yang paling menjanjikan mengingat sifatnya yang berkelanjutan (sustainable) serta jumlahnya yang sangat besar. Matahari merupakan sumber energi yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan kebutuhan energi masa depan setelah sebagai berbagai sumber energi konvensional berkurang jumlahnya serta tidak ramah lingkungan. Mengingat energi matahari di Indonesia yang beriklim tropis begitu melimpah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar